⚖️ KESEHATAN

Cara Menghitung Berat Badan Ideal & BMI — Pakai Standar yang Cocok Buat Orang Indonesia

Oleh: Tim Isengin · 6 Juli 2026 · 6 menit baca

BMI = BERAT ÷ TINGGI² kurang normal berisiko obesitas 18,5 23 25 Kategori standar Asia-Pasifik — batasnya lebih ketat dari standar internasional.
Buat orang Asia, "normal" itu 18,5–22,9 — bukan sampai 24,9.

"Berat badanku normal gak sih?" — pertanyaan sejuta umat yang jawabannya sering simpang siur. Ada yang bilang tinggal tinggi dikurangi 100, ada yang menyodorkan BMI, dan angka batas "normal"-nya pun beda-beda tergantung situs yang kamu buka. Artikel ini merapikan semuanya: dua rumus yang paling banyak dipakai, angka batas yang tepat buat orang Indonesia, dan — yang sering dilupakan — kapan angka-angka ini tidak bisa dipercaya.

Rumus BMI: standar yang dipakai dunia medis

BMI (Body Mass Index) alias IMT (Indeks Massa Tubuh) menghitung proporsi berat terhadap tinggi:

📐 RUMUS

BMI = berat (kg) ÷ [tinggi (m) × tinggi (m)]

Contoh: berat 60 kg, tinggi 165 cm (= 1,65 m). BMI = 60 ÷ (1,65 × 1,65) = 60 ÷ 2,72 = 22.

Nah, 22 itu masuk kategori apa? Di sinilah banyak orang salah kaprah, karena memakai tabel WHO internasional. Untuk populasi Asia — termasuk Indonesia — WHO merekomendasikan batas yang lebih ketat (standar Asia-Pasifik), karena pada BMI yang sama, orang Asia cenderung punya persentase lemak tubuh lebih tinggi dan risiko diabetes serta penyakit jantungnya sudah naik lebih dulu:

BMI (Asia-Pasifik)Kategori
< 18,5Berat badan kurang
18,5 – 22,9Normal ✅
23 – 24,9Kelebihan berat badan (berisiko)
25 – 29,9Obesitas I
≥ 30Obesitas II

Jadi kalau BMI-mu 24 dan situs luar negeri bilang "normal", buat standar Asia kamu sebenarnya sudah masuk zona waspada. Bukan buat panik — buat lebih peduli.

Rumus Broca: hitungan cepat "berat ideal"

Rumus warisan lama yang masih populer karena gampang dihitung di kepala:

📐 RUMUS

Pria: (tinggi − 100) − 10%(tinggi − 100)
Wanita: (tinggi − 100) − 15%(tinggi − 100)

Contoh: pria 170 cm → (170 − 100) = 70, dikurangi 10%-nya (7 kg) = 63 kg. Wanita 160 cm → 60 − 9 = 51 kg.

Anggap hasil Broca sebagai titik tengah, bukan harga mati. Cara yang lebih masuk akal: pakai rentang berat ideal dari BMI normal — kalikan 18,5 dan 22,9 dengan kuadrat tinggimu dalam meter. Untuk tinggi 170 cm, rentangnya sekitar 53–66 kg. Rentang itu lebar, dan semua angka di dalamnya sama-sama sehat.

Kapan BMI menipu?

Intinya: BMI itu alat skrining awal yang bagus — murah, cepat, cukup akurat buat kebanyakan orang — tapi dia bukan diagnosis. Kalau angkamu di luar zona normal, langkah berikutnya adalah ngobrol sama tenaga kesehatan, bukan diet ekstrem yang ditemukan di FYP jam 2 pagi.

Yang lebih penting dari angkanya

Berat badan cuma satu indikator. Tidur cukup, gerak rutin (150 menit seminggu itu target yang umum disarankan — jalan kaki juga dihitung), makan yang beneran masak bukan beneran instan, dan cek kesehatan berkala — kombinasi itu jauh lebih menentukan daripada mengejar satu angka di timbangan. Timbang diri secukupnya, sekali seminggu di waktu yang sama sudah lebih dari cukup; berat badan harian naik-turun 1–2 kg itu normal karena air dan isi perut, bukan lemak.

⚖️ Mau tahu BMI-mu dan rentang berat idealmu sekarang? Pakai Kalkulator BMI di Isengin — sudah pakai standar Asia-Pasifik, hasilnya keluar bareng kisaran berat ideal untuk tinggimu. Gratis, dan semua dihitung di browser kamu sendiri — berat badanmu tetap jadi rahasiamu. 🤫
✍️ Punya tulisan yang pengen nampang di Isengin? Kirim aja ke alfadsabilhaq@gmail.com — jangan lupa cantumkan namamu, nanti dipajang di bagian "Oleh: <namamu>". Temanya bebas selama masih seputar dunia kerja, konten kreator, hitung-hitungan sehari-hari, atau fun fact menarik. Tulisan harus karya sendiri dan belum pernah terbit di tempat lain.